Sejak tahun 1998, Google.com muncul dan kini dianggap sebagai mesin pencari terbaik di dunia. Namun, jalan Sergey dan Larry. pencipta google.com, tentulah tidak mudah. Untuk mewujudkan Google, mereka harus meninggalkan kuliah pada program doktor komputer di Stanford.
"Saya kecewa. Bukankah mahasiswa meraih gelar doktor lebih dulu baru bekerja?" Demikian kata Genia Brin, ibu Larry.
Namun, Sergey dan Larry sangat yakin, ide mereka berguna bagi banyak orangt danbisa membuat orang menemukan apa saja yang diinginkan lewat internet. Mereka terus berkutat mewujudkan ide mereka.
Ternyata, lingkungan kedua orang ini adalah orang-orang intelek. Contohnya, Ayah Sergey, Michael Brin, adalah doktor matematika lulusan Universitas Moskwa, Rusia.
Pada akhir tahun 1990-an, tak ada yang peduli dengan mesin pencari (search engine) di tengah hadirnya American Online (AOL) dan Yahoo!, yang sudah meraup untung besar dengan menawarkan produk e-mail, berita, ramalan cuaca, dan sebagainya.
Belum sukses menjadi situs pencetak uang tak membuat mereka mundur. Namun, seiring dengan berjalannya waktu, Google sudah banyak dijelajahi orang. Kini, sekitar 300 juta orang membuka Google setiap hari. Setidaknya Google bisa diakses dalam 88 bahasa, termasuk google baswa jawa (berbahasa Jawa).
Google lalu ditawari AOL iklan senilai satu miliar dollar AS atas kesediaan Google menampilkan iklan pada lembaran keomputer, seiring dengan tampilnya informasi yang Anda cari di Google. Bahkan Wall Street, bursa saham AS, kemudian berebutan atas saham Google. yang kini di atas 500 dollar AS per lembar.
"Menjadi yang terbaik tidak menjadikan kami terlena. Itu malah tantangan," kata Larry, Presiden Produk Google.
"Kesederhanaan (simplicity) web adalah yang disukai penjelajah internet. Kami ingin menawarkan web yang tidak saja ingin mencari informasi, tetapi web yang menyenangkan," kata Sergey, Presiden Teknologi Google.
Disadur dari "SOSOK" Kompas, Oleh Simon Saragih.
Selasa, 25 Agustus 2009
Langganan:
Komentar (Atom)